LKIS SDA 2011 TEK.LINGKUNGAN ITS FMIPA ITS 2011 LPIR SMP 2011 ITS BIOLOGI IMEC ITS 2011 HI GREAT UB LKIR Ke 43 2011 LIPI NYIA Ke 4 2011 LIPI OPSI 2011 Chemistry Carnival 2011 IPB Agrotek 2011 UM fs2t 2011 Geografi Unesa 2011
Sampul dan Judul Lembar Persetujuan Lembar Pengesahann Kata Pengantar Daftar Isi Abstraksi
Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Format Bab Pendahuluan ... ? ? ?
Tahap Penyusunan Prinsip Tinjauan Pustaka Sumber Tinjauan Pustaka Contoh Format
Tempat dan Waktu Desain Penelitian Populasi dan Sampel Identifikasi Variabel Langkah Kerja Definisi Operasional Variabel Instrumen Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data Format Metode Penelitian
Penyajian data verbal Penyajian data matematis Penyajian data visual Pembahasan Format Hasil penelitian
Kesimpulan Saran Format bab penutup
Perangkat 1 Perangkat 2 Perangkat 3
MARI BERKARYA DEMI MASA DEPAN UMAT MANUSIA

Kamis, 26 Agustus 2010

Pengumpulan Data

Dalam penulisan karya ilmiah remaja, pengumpulan data berisi tentang penjelasan bagaimana penggunaan instrumen, apakah instrument digunakan dengan cara observasi, eksperimen, wawancara, kuissoner atau angket. Sedangkan pada analisa data, peneliti menjelaskan cara-cara yang digunakan untuk menganalisa data.

1) Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan bagian dari kegiatan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data-data dari sampel/objek penelitian yang telah dipilih. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan pengukuran, dengan mendiskripsikan ciri-ciri suatu objek, atau dengan cara menghitung.

Jenis sumber data bisa dibedakan menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber skunder. Pengambilan data yang diperoleh langsung oleh peneliti disebut sumber primer dan datanya isebut data primer, sedangkan apabila melalui tangan kedua atau data sudah tersedia sedangkan peneliti tinggal merilis dari instansi/lembaga tertentu disebut sumber sekunder dan datanya disebut pula data skunder.

Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, data yang dihimpun umumnya berupa kata-kata, bukan angka. Data kualitatif bisa didapat dengan bermacam-macam teknik misalnya; observasi, angket, wawancara, dan sebagainya.

Teknik pengumpulan data sangat tergantung dari instrument yang digunakan. Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data. Tujuan menggunakan instrumen adalah untuk memudahkan memperoleh data secara sistematis dan bisa dipertanggungjawabkan. Selanjutnya instrumen yang diartikan sebagai alat bantu merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam bentuk angket (questionnaire), daftar cocok (checklist), skala (scala), pedoman wawancara (interview guide atau interview schedule), lembar pengamatan atau panduan pengamatan (observation sheet atau observation schedule), soal ujian (soal tes atau tes), dan sebagaimya.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian digunakan untuk menguji hipotesis atau menjawab petanyaan yang telah dirumuskan. Oleh karena data yang diperoleh akan dijadikan landasan dalam mengambil kesimpulan, data yang dikumpulkan haruslah data yang benar. Agar data yang dikumpulkan baik dan benar, instrumen pengumpulan datanya harus baik. Ada beberapa instrumen pengumpulan yang akan dibahas berikut ini sesuai dengan teknik pengumpulan data.

a. Metode Angket (Questionnaire)

Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan peneliti. Selanjutnya orang yang bersedia memberikan respon tersebut disebut responden atau sampel.

Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah. Dalam memberikan respon atau jawaban yang diminta oleh angket responden tanpa merasa khawatir karena kerahasiaan identitas tidak akan dipublikasikan.

b. Metode Checklist

Checklist atau daftar cek adalah suatu daftar yang berisi pernyataan dan aspek-aspek yang akan diamati. Bermacam-macam aspek perbuatan yang biasanya dicantumkan dalam daftar cek sehingga pengamat tinggal memberikan cek (√) pada tiap-tiap aspek tersebut sesuai dengan hasil pengamatannya.

c. Metode Wawancara

Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Cara wawancara adalah dengan jalan bertanya langsung kepada orang yang menjadi nara sumber. Wawancara merupakan proses komunikasi antara dua orang atau lebih, sehingga hasil wawancara ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi dan mempengaruhi pada saat proses komunikasi berlangsung. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah pewawancara, responden, topik penelitian yang tertuang dalam instrumen penelitian, dan situasi wawancara.

d. Metode Pengamatan (Observation)

Observasi adalah melakukan pengamatan untuk memperoleh data secara langsung ke objek penelitian sehingga dapat melihat dari dekat tentang hal-hal yang menjadi tujuan pengamatan. Objek penelitian bisa berupa aktivitas manusia, fenomena alam, proses kerja, dan lain sebagainya.

Hasil pengamatan merupakan data-data atau informasi mengenai segala sesuatu yang ada, yang terjadi, yang dapat diindera oleh panca indera. Peristiwa, kejadian, fenomena yang sedang berlangsung pada saat pengamatan dan dianggap penting dicatat sedetail mungkin.

Metode pengumpulan data dengan observasi atau pengamatan bisa dilakukan pada bidang penelitian baik ilmu-ilmu alam maupun pada penelitian sosial kemanusiaan. Tetapi pengamatan pada penelitian natura (ilmu pengetahuan alam) biasanya lebih mudah dilakukan, karena pengukurannya dapat dilakukan pada bagian-bagian tertentu dari objek dengan menggunakan alat ukur yang sudah umum dan cukup valid.

e. Metode Tes

Tes adalah salah satu cara pengumpulan data dimana responden atau objek yang diteliti diberi satu set lembar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab. Tes ini biasanya digunakan untuk mengukur ketrampilan dan pengetahuan, inteligensi, kemampuan bakat dan minat seseorang atau kelompok. Penelitian yang umum menggunakan metode ini biasanya berupa penelitian tindakan. Dimana dalam proses penelitiannya responden diberikan tindakan tertentu untuk mengetahui seberapa besar tindakan itu. Agar pengaruh tindakan dapat dilihat dengan jelas maka peneliti melakukan pre tes/tes sebelum tindakan dan post tes/tes sesudah tindakan.

f. Metode Dokumentasi

Dokumentasi adalah pengumpulan data dari tempat penelitian, yaitu meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, dan data-data dari penelitian terdahulu yang relevan dengan masalah atau tujuan penelitian. Metode dokumentasi biasanya sebagai penunjang metode lain untuk memperoleh data tambahan yang terkait dengan data utama. Namun tidak menutup kemungkinan penelitian dilakukan hanya dengan menggunakan metode dokumentasi saja. Hal ini tentu sangat tergantung dari tema atau permasalahan yang sedang diteliti.

Contoh Metode Pengumpulan Data

Makalah Juara Harapan dalam LKIR LIPI 2007, (SMP NEGERI 1 LAREN LAMONGAN)

Judul: Gerakan Anti Komunis di Kawasan Pantai Utara Kabupaten Lamongan Pasca Peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965

Teknik penelitian

Teknik yang digunakan untuk mendapatkan data-data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara terhadap sumber pelaku sejarah, studi literatur, observasi (pengamatan) dan dokumentasi.

1 komentar:

  1. trimakasih buanyaaaaaaaaaaak :DDDD betul2 berguna dan menolong

    BalasHapus