Rabu, 27 Juli 2016

Enviroment Festival 2016 HMITL Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR

Hai hai, di postingan kali ini admin akan berbagi info tentang salah satu acara dari Enviro Fest yaitu LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) Siswa dan Mahasiswa Tingkat Nasional, dengan tema besar "Energi Alternatif Terbarukan untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals 2030". Oh iya untuk sub tema bagi siswa dan mahasiswa berbeda lo, ingin tau sub tema nya silahkan cek poster di bawah ini.

Gambar 1. Poster LKTI

Ingin tau lebih lengkap lagi tentang LKTI Enviro Fest 2016? 
Yuk silahkan diunduh pedoman LKTI Enviro Fest 2016, berikut link nya:


Bagi yang ingin mendaftar LKTI Enviro Fest 2016 berikut link untuk formulir pendaftaran LKTI Enviro Fest 2016:

Selasa, 26 Juli 2016

Lomba Geospasial Inovatif Nasional 2016 (UGM)

Ilmu Pengetahuan semakin berkembang sehingga lahir inovasi-inovasi guna membantu segala aktifitas manusia. Di dalam bidang Spasial, Ilmu Geospasial juga telah banyak dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai masalah baik di bidang pendidikan, pembangunan, kesehatan, entertaiment dan lain sebagainya. Dikarenakan hal tersebut, Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) Universitas Gadjah Mada, Departemen Pendidikan dan Penelitian (DIKTI) KMTG menyelenggarakan lomba geospasial terbesar di Indonesia yang akan diikuti oleh peserta mahasiswa serta siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) seluruh Indonesia. Lomba ini berupa lomba karya tulis dan karya aplikatif teknologi geospasial untuk mahasiswa maupun siswa SMA.
Ruang lingkup ilmu geospasial amat luas. Tidak hanya dari sudut pandang atau ranah infrastruktur saja tetapi baik ranah manufaktur maupun energi membutuhkan adanya konsep geospasial dan konsep posisi lokasi secara komprehensif. Geospasial sangat dekat dengan masyarakat dan harus dieksplorasi potensinya untuk membangun sebuah negara yang besar, berdaya dan mandiri. Pengelolaan geospasial yang baik dan sistematik mampu dimanfaatkan untuk mendukung sektor publik dalam melaksanakan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan di Indonesia. Kekuatan geospasial mampu dioptimalkan dalam rangka pembangunan nasional, baik dalam darat, air dan udara. Atas dasar pemikiran tersebut maka acara ini terselenggara bertujuan untuk mengeksplor ide-ide kreatif baik dari mahasiswa maupun siswa SMA melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah di bidang geospasial yang bertemakan “INOVASI GEOSPASIAL UNTUK MENJAWAB TANTANGAN MASA DEPAN INDONESIA”. Diharapkan dari diselenggarakannya lomba ini akan muncul suatu bentuk gagasan dan karya kreatif, inovatif serta aplikatif dengan memanfaatkan kekuatan geospasial untuk mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.
Tema Umum  : “Inovasi Geospasial untuk Menjawab Tantangan Masa Depan Indonesia”
Tema Untuk MAHASISWA :
“Inovasi Geospasial Guna Pembangunan Berkelanjutan”.
Sub tema
  1.  SIG untuk Pengelolaan Pariwisata dan Alam Indonesia
  2.  Aplikasi Geospasial untuk Mewujudkan Smart City
  3.  Peranan Informasi Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan
  4.  Peran Teknologi Geospasial dalam Pemberdayaan Kekuatan Maritim Nasional
HADIAH :
  1. Juara 1   : uang tunai Rp 3.000.000, –  + trophy + sertifikat
  2. Juara 2  : uang tunai Rp 2.500.000, –  + trophy + sertifikat
  3. Juara 3  : uang tunai Rp 2.000.000, –  + trophy + sertifikat
  4. Best Prototype LOGIN 2016 : uang tunai Rp 1.000.000,00
*)Sertifikat Peserta untuk masing-masing peserta yang lolos babak penyisihan.
Tema Untuk SISWA :
“Kreatif dengan PETA!”
Sub tema
  1. Peta dan Pelestarian Budaya
  2. Peta dalam Pelestarian Lingkungan Hidup
  3. Peta, Peduli terhadap sesama
  4. Peta, Sosial Media dan Pemanfaatan dalam sistem navigasi
HADIAH :
  1. Juara 1 : uang tunai Rp 2.500.000, – + trophy + sertifikat
  2. Juara 2 : uang tunai Rp 2.000.000, – + trophy + sertifikat
  3. Juara 3 : uang tunai Rp 1.500.000, – + trophy + sertifikat
  4. Best Poster LOGIN 2016 : uang tunai Rp 750.000,00
Info : http://login.ft.ugm.ac.id/ 

Senin, 25 Juli 2016

Lomba LKTA IFoPH 2016 Departemen Agama Islam BEM FKM UNAIR


Departemen Agama Islam BEM FKM UNAIR mempersembahkan salah satu rangkaian lomba Islamic Fair of Public Health (IFoPH) 2016 :
Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (LKTA) bagi tingkat SMA/Se-derajat se-nasional.
Tema LKTA:
“Al-Quran sebagai sarana pengembangan potensi diri generasi muda muslim dalam mengatasi kesehatan pada era global”
Sub Tema:
1.Sains dan teknologi: Menjadikan Al Quran sebagai arahan tren gaya hidup sehat dari segi pengetahuan dan teknologi.
2.Lingkungan: Inovasi pemanfaatan SDA secara sehat untuk menjaga kesehatan lingkungan berdasarkan Al-Quran.
3.Ilmu perilaku: Penerapan Al-Quran dalam mengatasi permasalahan perilaku remaja era globalisasi dari segi pendidikan dan kesehatan.
4.Gizi: Manfaat penerapan menu sehat yang sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Rasulullah SAW
Bagi kamu para generasi muda muslim yang ingin menjunjung tinggi nilai-nilai penerapan islam sebagai poros dalam mewujudkan kesehatan masyarakat di Indonesia menjadi lebih baik. Yuk, Segera bentuk tim hebatmu dan daftarkan sekarang juga!
Pendaftaran di bit.ly/formpaperifoph16
Deadline pendaftaran dan pengumpulan abstrak : 14 Agustus 2016
ABSTRAK gratis ! Download panduan lomba LKTA disini
more information:
Padella Dian Julia 083831723605

LKTI Pekan Ilmiah Fisika Nasional UNNES




Pada tahun 2016 ini Pekan Ilmiah Fisika Nasional kembali mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA/Sederajat (LKTIS) dengan tema :
“Akselerasi Inovasi Sains dan Teknologi Menuju Indonesia Berdikari”.

Syarat dan Ketentuan Peserta:

  1. Peserta terdaftar sebagai siswa SMA/SMK/MA aktif di Indonesia dan dibuktikan dengan mengirimkan 1 lembar fotocopy Kartu Pelajar yang masih berlaku.
  2. Peserta berupa kelompok terdiri dari 3 siswa dengan 1 orang sebagai ketua dan 2 orang sebagai anggota serta berasal dari sekolah yang sama.
  3. Setiap sekolah boleh mendelegasikan lebih dari satu kelompok.
  4. Seorang siswa hanya diperkenankan bergabung dalam dua tim yang berbeda dengan hanya boleh menjadi ketua pada salah satu tim atau menjadi anggota pada keduanya.
  5. Setiap kelompok hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya.
  6. Karya yang dikirim merupakan karya asli dan belum pernah menjuarai ajang kompetisi serupa.
  7. Setiap kelompok harus dibimbing oleh satu guru pembimbing.

Sub Tema Kegiatan

Berdasarkan tema besar Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diusung, maka beberapa Sub Tema karya ilmiah yang diperkenankan untuk didaftarkan yaitu :
  1. Teknologi Terbarukan
    Sub tema ini membahas mengenai pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dengan memadukan beberapa teknologi guna memberikan hasil yang lebih optimal.
  2. Energi Alternatif
    Sub tema ini berisi tentang penelitian, ide kreatif mengenai bahan-bahan alternatif yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi alternatif guna memberdayakan sumber daya yang terbatas.
  3. Kreasi Swasembada Pangan
    Sub tema ini membahas tentang kreasi dalam pemanfaatan bahan pangan agar menjadi makanan yang bermutu dan bernilai guna tinggi.
  4. Konservasi Lingkungan
    Sub tema ini berisi tentang penelitian dan ide kreatif mengenai pelestarian lingkungan yang bijak guna menciptakan kelestarian alam yang berkelanjutan.
  5. Inovasi Kesehatan
    Sub tema ini berisi tentang penelitian dan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat atau pengembangan obat berbahan herbal asli Indonesia.

Hadiah dan Fasilitas 

  1. Juara 1 : Piala Tetap Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah + Tabanas Rp3.000.000,00 + Bingkisan + Piagam Penghargaan.
  2. Juara 2 : Piala Tetap Gubernur Provinsi Jawa Tengah + Tabanas Rp2.000.000,00 + Bingkisan + Piagam Penghargaan.
  3. Juara 3 : Piala Tetap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah + Tabanas Rp1.000.000,00 + Bingkisan + Piagam Penghargaan.
Fasilitas yang berhak diperoleh oleh peserta Lomba Karya Tulos Olmiah SMA/Sederajat adalah :
  1. Semua Peserta mendapatkan e-sertifikat.
  2. 10 Finalis Terbaik mendapatkan Piagam Penghargaan.
  3. 10 Karya Finalis Terbaik akan dibukukan di Buku “Goresan Pena Ilmiah Indonesia”(ber-ISBN).
  4. Field Trip Gratis (bagi 10 finalis).

Tanggal Penting

  • Pendaftaran dan Pengiriman naskah
    18 Juli – 05 Oktober 2016
  • Batas penerimaan naskah Cap Pos (hard file + soft file)
    05 Oktober 2016
  • Penjurian naskah 05 – 27 Oktober 2016
  • Pengumuman naskah yang lolos 10 besar 29 Oktober 2016
  • Batas konfirmasi kehadiran peserta pada babak final 29 – 31 Oktober 2016
  • Presentasi karya finalis 12 November 2016
  • Pameran karya finalis dan Pengumuman Juara 13 November 2016

Info lengkap di : https://pifunnes.org/lkti-smasederajat/

Senin, 13 Juni 2016

http://anggota.igi.or.id/anggota-igi-edi-purwanto-47.html

http://anggota.igi.or.id/anggota-igi-edi-purwanto-47.html: edi purwanto guru profesional dari smp negeri 1 laren anggota ikatan guru indonesia atau igi kabupaten lamongan EDI PURWANTO - ANGGOTA IGI

Selasa, 24 Mei 2016

MECHANICAL AND BIOSYSTEM FAIR 2016




Lomba Karya Tulis Ilmiah merupakan lomba yang ditujukan untuk siswa – siswi SMA/ sederajat di Indonesia. Perlombaan ini memuat topik tentang permasalahan – permasalahan umum dan nyata dari  pertanian sekarang yang berkaitan dengan emat bidang kajian ilmu jurusan Teknik Mesin dan Biosistem.
Diperuntukan untuk siswa SMA dengan ide cemerlang untuk pertanian dalam cakupan yang luas. Mulai dari proses pemuliaan tanaman, pembudidayaan, pengolahan pasca panen, distribusi, bahkan pengemasan dan penjualan atau dengan kata lain mulai dari benih sampai ke tangan kita. Karena ide kalian yang solutif dan aplikatif saat ini dibutuhkan untuk kemajuan pertanian Indonesia.

TEMA
1. Peran Mekanisasi dalam Peningkatan Produktivitas Pertanian Indonesia
2. Pemanfaatan Teknik Hidroponik dalam Pertanian Modern
3. Peran Teknik Pengolahan Pangan Guna Menjaga Kualitas Produk Pertanian
4. Peran Sistem Informatika/Komputer di Bidang Pertanian untuk Mendukung Pertanian Modern
5. Pengembangan Energi Terbarukan sebagai Solusi Permasalahan Energi Pedesaan
6. Strategi Teknik Pasca Panen sebagai Upaya Penanggulangan Kehilangan Hasil Pertanian

PERSYARATAN
1. Peserta adalah siswa SMA/sederajat di seluruh Indonesia
2. Tim terdiri dari minimal 2 orang dan maksimal 3 orang siswa dan salah satu sebagai ketua tim
3. Setiap tim didampingi oleh seorang guru pembimbing
4. Setiap tim diperkenankan hanya mengirimkan satu karya tulis
5. Karya merupakan karya sendiri/orisinil dari siswa yang bersangkutan, belum pernah diikutkan dalam perlombaan sejenis, dan belum pernah dipublikasikan melalui media apapun
6. Peserta mengisi formulir pendaftaran secara online melalui bit.ly/pendaftaranmechition2016
7. Peserta menulis abstrak dengan ketentuan yang tercantum pada petunjuk teknis

TANGGAL PENTING
Pendaftaran online                                                            : 7 Mei – 18 Juni 2016
Pengumpulan Abstrak (online)                                         : 9 Mei  – 30 Juni 2016
Pengumpulan berkas pendaftaran (online)                        : 9 Mei  – 30 Juni 2016
Pengumuman lolos abstrak                                               : 4 Juli 2016
Pengumpulan berkas pendaftaran dan karya ilmiah         : 20 Juli 2016 (cap pos)
Pengumuman 10 besar Finalis                                           : 15 Agustus 2016


Info lengkap di :https://mbfipb.com/#post-76

Lomba Karya Tulis Ilmiah NSPC 2016

Hai Adik-adik SMA sederajat se-Indonesia...
Kami datang lagi nih...
NSPC 8!!!!!, Hadir kembali untuk menyapa para ilmuan masa depan dengan membuat beragam kreativitas, inovasi dan pembaharuan di bidang IPTEK.
Ada 6 katerogi perlombaan
1. Bioteknologi
2. Energi Baru & Terbarukan
3. Limbah
4. Teknologi Sederhana
5. Hasil Alam dan Laut
6. Technopreneur
Hadiahnya menarik looo...
Juara 1: Rp 2.500.000 + Tropy + Piala Bergilir Gubernur + Sertifikat
Juara 2: Rp 1.500.000 + Tropy + Sertifikat
Juara 3: Rp 1.000.000 + Tropy + Sertifikat
Juara Harapan 1: Tropy + Sertifikat
Juara Favorit: Tropy + Sertifikat
Oya, lomba ini juga ada fieldtripnya loo.. Nanti adik-adik akan kita bawa jalan-jalan di Kota Malang.
Jadi tunggu apa lagi. Ayooo...ikut NSPC 8. Kami tunggu kedatangan kalian di Kota Malang

Info lengkap : http://nspc-fs2t.blogspot.co.id/

Rabu, 11 Mei 2016

LKTI PRISMA 6 AGROINOVASI (Anugerah Inovator Muda Indonesia)

“PRISMA 6 : AGROINOVASI (Anugerah Inovator Muda Indonesia)”
Pekan Riset Ilmiah Mahasiswa ke-6
LKTI NASIONAL untuk siswa SMA/MA/Sederajat dan  Mahasiswa D3/S1/Sederajat

TEMA :
“Mewujudkan Kemandirian Bangsa untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 2030”
SUB TEMA :
1. Sains dan Teknologi
2. Sosial dan Ekonomi
3. Agrokompleks
4. Pendidikan dan Kesehatan
TOTAL HADIAH 50 JUTA
(Dengan 3 Juara untuk Masing-Masing Sub Tema)
download  buku panduan siswa

Senin, 14 Maret 2016

Semut Rangrang



Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga  Formicidae, semut termasuk  dalam  ordo  Hymenoptera  bersama  dengan  lebah  dan  tawon.  Semut  terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut prajurit, semut pejantan, dan ratu semut. Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat  seperti  di  Islandia,Greenland  dan  Hawaii,  mereka  tidak  menguasai  daerah tersebut. Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membnetuk sekitar 15 - 20% jumlah biomassa hewan-hewan besar.
Tubuh  semut  terdiri  atas  tiga  bagian,  yaitu  kepala, mesosoma  (dada),  dan metasoma  (perut).  Morfologi  semut  cukup  jelas  dibandingkan  dengan  serangga  lain yang  juga  memiliki  antena,  kelenjar  metapleural,  dan  bagian  perut  kedua  yang berhubungan  ke  tangkai  semut  membentuk  pinggang  sempit  (pedikel)  di  antara mesosoma  (bagian  rongga  dada  dan  daerah  perut)  dan  metasoma  (perut  yang  kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapatdibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Tubuh  semut,  seperti  serangga  lainnya,  memiliki  eksoskeleton  atau  kerangka luar  yang  memberikan  perlindungan  dan  juga  sebagai  tempat  menempelnya  otot, berbeda  dengan  kerangka  manusia  dan  hewan  bertulang belakang.  Serangga  tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama  spirakel  untuk  sirkulasi  udara  dalam  sistem respirasi  mereka.  Serangga  juga tidak  memiliki  sistem  peredaran  darah  tertutup.  Sebagai  gantinya,  mereka  memiliki saluran  berbentuk  panjang  dan  tipis  di  sepanjang  bagian  atas  tubuhnya  yang  disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. Sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan beberap
Salah  satu  jenis  semut  yang  banyak  digunakan  dalam  mengendalikan  hama pertanian  antara  lain  jenis  semut  rang­rang (Oecophylla  smaragdina).  Semut  rang­rang adalah semut yang dominan di hutan terbuka dari India, Australia, Cina dan Asia  Tenggara,  yang  daun  sarang  yang  diselenggarakan  bersama­sama  dengan  sutra larva.  Semut  rang­rang telah  penting  dalam  penelitian  tentang  integrasi  kontrol, komunikasi,  teritorial  dan  koloni  biologis  serta  pengendalian  biologis  pada  hama pertanian  atau  perkebunan.  Semut  rangrang  (Oecophylla  smaragdina)  merupakan serangga eusosial (sosial  sejati),  dan  kehidupan  koloninya  sangat  tergantung  pada keberadaan  pohon (arboreal).

Oleh : Edi Purwanto


Sumber: SUHARA 2009. Semut Rangrang, Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ipa Universitas Pendidikan Indonesia 

UISI Innovation Challenge 2016


Deskripsi
Lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan depertemen Manajemen Rekayasa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), diperuntukan seluruh siswa siwi SMA sederajat seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan ini terbagi menjadi beberapa sub tema yang meliputi:
1. Inovasi teknologi dari barang bekas,
2. Inovasi teknologi sederhana untuk masyarakat desa,
3. Inovasi bahan bakar terbarukan,
4. Inovasi pengolahan limbah industri,
Ketentuan Peserta
1. Lomba UISI Inovation Challenge 2 dibuka bagi seluruh siswa SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia.
2. Lomba bersifat gratis atau tidak dipungut biaya.
3. Lomba bersifat kelompok.
4. Setiap kelompok terdiri dari maksimal 3 (tiga) orang siswa dan maksimal 1 (satu) orang guru pendamping dari sekolah yang sama.
5. Setiap sekolah dapat mengirimkan wakilnya lebih dari satu kelompok.
6. Setiap kelompok hanya boleh mengirimkan satu judul/ makalah.
7. Peserta yang lolos penilaian tahap seleksi administrasi dan makalah, diwajibkan mempresentasikan karya tulisnya di Ruang Pola Gedung Pusat Penelitian Semen.
Cara Pendaftaran
1. Peserta mengisi dan mengirim formulir pendaftaran, file dapat di download di http://inchall-uisi.blogspot.co.id/
2. Peserta mengirimkan karya dalam bentuk softcopy yang dilengkapi surat pernyataan keaslian karya.
3. Pengumpulan karya dalam format pdf.
4. Formulir pendaftaran dan karya tulis dapat dikirimkan ke alamat :
Email : inchalluisi.mr@gmail.com
5. Setiap peserta diwajibkan mengumpulkan formulir pendaftaran disertai dengan melampirkan scan identitas diri (Kartu Pelajar/KTP/SIM) yang masih berlaku, dan scan pas foto berwarna ukuran 3×4. Setelah Pengiriman semua berkas peserta wajib mengirim pesan ke salah satu Contact person yang tertera dibawah.
6. Contact Person :
Email : inchalluisi.mr@gmail.com
No. Telpon : 081269369903 atau 083856260303
Informasi dapat dilihat pada
Facebook : https://goo.gl/AakmxA (UISI Innovation Challenge)
https://www.facebook.com/manajemenrekayasa
Blog : http://inchall-uisi.blogspot.co.id/

Hadiah
1. Semua peserta yang mendaftar mendapatkan e-sertifikat.
2. Bagi peserta yang diundang akan mendapat sertifikat fisik
3. Bagi pemenang akan mendapatkan hadiah sebagai berikut :
i. Juara I : Piala Bupati, piagam, dan uang pembinaan Rp 3.000.000,00
ii. Juara II : Piala Bupati, piagam, dan uang pembinaan Rp 2.000.000,00
iii. Juara III : Piala Bupati, piagam, dan uang pembinaan Rp 1.500.000,00
iv. Juara Harapan I : Tropi, piagam, dan uang pembinaan Rp 1.200.000,00
v. Juara Harapan II : Tropi, piagam, dan uang pembinaan Rp 1.000.000,00
vi. Prototype terbaik : Tropi, piagam, dan uang pembinaan Rp 1.000.000,00
4. Hadiah tambahan bagi para pemenang:
i. Masuk Departemen Manajemen Rekayasa tanpa tes tulis
ii. Gratis mengikuti Seminar Nasional
Contact Person
081 269 369 903 Nicky
083 856 250 303 Iva

Minggu, 06 Maret 2016

Semut Hitam

Semut adalah serangga yang termasuk dalam famili Formicidae dan ordo Hymenoptera.  Semut meliputi lebih dari 12.000 jenis dan sebagian besar hidup di kawasan tropis.  Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni.  Anggota koloni terbagi menjadi semut pejantan, ratu semut, dan semut pekerja (Pracaya, 2005).
Tubuh semut memiliki 3 bagian utama yaitu caput (kepala), thorax (dada), dan abdomen (perut).  Pada beberapa spesies semut, pada bagian abdomen sering ditemukan node (penggentingan) yang merupakan ruas ke 2 dan ke 3 abdomen.

Tubuh semut memiliki exoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot.  Semut memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada yang bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi (Borror et al., 1992).

Camera Oppo, Iso 100, fl 3mm, f/2.2

Kamis, 03 Maret 2016

Menilik Potensi Sang Putri Malu



Oleh: Vikayanti, S.Si
POPT Muda Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya

Putri  malu  (Mimosa  pudica),  merupakan  tanaman  herba  unik dari  kelas magnoliopsida.  Menurut Setiawati (2008), tanaman asli Amerika  tropis  ini mempunyai banyak  nama  sebutan,  di Jawa  disebut  sebagai kucingan, di Minahasa disebut rebah  bangun,  di  Menado disebut  sebagai daun  kaget, dan di Sunda disebut sebagai si kejut. Dalam bahasa Inggris sang Putri Malu sering disebut sebagai Sensitive Plant Spray.
Tanaman  putri  malu merupakan  herba  memanjat dengan ciri-ciri tinggi  kurang lebih  0,3-1,5m,  batang  bulat, berambut  dan  berduri tempel. Rambut  sikat  pada  batang mengarah  ke  bawah.  Daun kecil-kecil  tersusun  majemuk berbentuk  lonjong,  ujung lancip dan berwarna hijau. Bunga berbentuk bulat seperti bola, warna merah muda. Buah berbentuk polong, pipih. Biji juga bulat dan pipih, akar berupa akar pena yang kuat.
Putri  malu  tumbuh  liar  ditepi-tepi  jalan,  diarea  terbuka  dan  terkena  sinar matahari. Tanaman  ini  mudah  sekali dikenal karena  secara  cepat  daunnya  akan menutup/layu  dengan  sendirinya  ketika  disentuh.  Kondisi  ini  hanya  bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.
Keunikan  dari  perdu  anggota  suku  polong-polongan  ini  dapat  terjadi  oleh karena  perubahan  turgor  pada  tulang  daun, sehingga  daun  dapat  menutup  ketika disentuh,  ditiup  atau  dipanaskan. Gerak  pada putri  malu  ini  sering  disebut  dengan seismonasti (Wikipedia, 2014).
Pada waktu-waktu tertentu, seperti pada saat  matahari terbenam, sang putri ini juga mengatupkan daunnya dan akan merekah kembali pada saat matahari terbit. Disamping itu tanaman ini juga akan menutup daunnya ketika hewan herbivora ingin memakannya.  Hewan  menjadi  tidak  berminat  untuk  memakannya  karena  daun menjadi layu dan pucat, seperti tidak segar lagi.Apabila  kita  perhatikan  secara  seksama,  Putri  malu  memiliki beberapa fakta yang menarik. Pertama, putri malu sangat invasiv terhadap tanaman lain dimana dia hidup,  artinya putri  malu  dapat  berkembang  dengan cepat  melebihi  populasi tanaman lain. Kedua, putri malu tahan terhadap cekaman abiotik, bila kita perhatikan disaat  kondisi  kekurangan  air,  dia  mampu  tumbuh  dengan  baik.  Seandainya tanaman tersebut di tebang/dipotong sekalipun, akan tetap kembali survive.
Menilik dari  fakta  tersebut,  pasti  ada  sesuatu  yang  luar  biasa  di  area  perakaran  sehingga mampu memberi hidup bagi sang putri.Dalam perakaran putri malu terdapat bintil-bintil akar yang mengandung koloni mikroba  yang  bersimbiosis  mutualisme  dengan  akar putri malu  tersebut.  Beberapa mikroba yang terkandung dalam akar putri malu antara lain :
  1. Rhizobium, merupakan bakteri gram negativ yang bersimbiosis dengan inang tertentu. Mikroba ini menginfeksi akar sehingga timbul bintil akar (seperti pada suku leguminosa). Rhizobium  mampu  menambat  nitrogen,  melarutkan  fosfat dan kalium sekaligus, sehingga putri malu selalu nampak hijau dalam kondisi tanah kritis sekalaipun.
  2. Bacillus  sp.  bakteri  ini  mampu  melarutkan  fosfat  dan  kalium  serta menghasilkan  zat  pengatur  tumbuh  tanaman  dan  menekan  perkembangan mikroba pathogen.
  3. Pseudomonas putida merupakan salah satu strain bakteri yang terdapat pada perakaran putri malu.  Bakteri  ini  mampu  menekan  serangan  penyakit  layu bakteri pada tanaman tembakau di Sumatera Utara.
  4. Actinomycetes,  merupakan  bakteri  yang  memiliki  kemampuan  untuk menghasilkan  antibiotik.  Bakteri  ini  banyak  terdapat  pada  perakaran putri malu. Dalam pengendalian  hayati putri  malu  juga  banyak  dimanfaatkan  sebagai pestisida nabati. Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai pestisida nabati yaitu akar,  batang  dan  daun.  Menurut  Setiawati,dkk  (2008),  kandungan  kimia  dari tanaman  ini  adalah  senyawa  mimosin,  asam  pipekolinat,  tannin,  alkaloid,  saponin, triterpenoid,  sterol,  polifenol  dan  flavonoid.  Kandungan  senyawa  inilah  yang kemudian  dimanfaatkan  sebagai  pestisida  nabati. Dari  beberapa  hasil  penelitian ekstrak  akar  dan  daun  putri  malu  ternyata  mampu  mengendalikan  penyakit atraknosa,dan alternaria. Aplikasi ekstrak akar Mimosa pudica pada tanaman cabai ternyata  dapat  menekan  insidensi  penyakit  pada  buah  dan  mampu  menekan keparahan penyakit pada daun dan buah.

Dalam  dunia  farmasi  ekstrak  putri  malu  juga mampu mengatasi  imsomnia, bronchitis, panas tinggi, rematik dan cacingan. Ternyata begitu banyak yang dapat kita gali dari si pemalu ini, oleh karena itu jangan remehkan keberadaannya, meski merupakan tanaman liar tetapi punya potensi luar biasa.

Pustaka
Anonim,    ,  PGPR  dari  Akar  Putri Malu, http://ceritanurmanadi.wordpress.com diakses tanggal 15 Oktober 2014, jam 12.00 wib.
Anonim, 2014, Putri Malu, http://id.wikipedia.org/wiki/Putri_malu diakses tanggal 15 Oktober 2014, jam 11.15 wib.
Setiawati,  Murtiningsih,  Gunaeni  dan  Rubati,  2008. Tumbuhan  Bahan  Pestisida
Nabati  dan  Cara  Pembuatannya  Untuk  Pengendalian  Organisme

Pengganggu  Tumbuhan  (OPT),  Balai Penelitian  Tanaman  Sayuran.  Hlm. 153.

Minggu, 21 Februari 2016

Penjurian Lomba Daur Ulang Limbah MAN Lamongan

Pada hari minggu tgl 21 Pebruari 2016,
Di MAN Lamongan diadakan ekspo lomba daur ulang limbah dalam rangka M2F yaitu Manela Maulid Festival 2016 tingkat SMP/MTs Se-Kab. Lamongan, Gersik, Tuban, Bojonegoro dan Mojokerto.

Jumat, 05 Februari 2016

Capung (Odonata)

Camera : Oppo mirror 5,  ISO-100, fl 3mm, no flash, 

Capung (Odonata) banyak dijumpai di ekosistem persawahan (Shepard et al, 1992), sehingga memiliki peranan penting pada ekosistem tersebut. Capung dapat berfungsi sebagai serangga predator, baik dalam bentuk nimfa maupun dewasa, dan memangsa berbagai jenis serangga serta organisme lain termasuk serangga hama tanaman padi, seperti: penggerek batang padi (Chilo  sp),  wereng  coklat  (Nilaparvata  lugens), dan walang  sangit (Laptocorisa acuta) (Borror et al., 1992; Shepard et al, 1992).
Selain itu, capung dapat dijadikan sebagai indicator kualitas  ekosistem  (Jhon, 2001).  Hal  ini  dikarenakan  capung  memiliki  2  habitat  :  air  dan udara.  Odonata  dewasa  betina  dalam  melakukan  oviposisi  memilih  habitat  perairan  yangjernih dan bersih, serta nimfa rentan terhadap kualitas air terpolusi (Borror et al., 1992; Jhon,2001).
Odonata  adalah  kelompok  serangga  yang  berukuran  sedang  sampai  besar  dan  seringkali berwarna  menarik.  Serangga  ini  menggunakan sebagian besar  hidupnya  untuk  terbang. Capung  juga  memiliki  tubuh  yang  langsing  dengan  dua  pasang  sayap,  dan  memiliki pembuluh  darah jala.  Selain  itu  capung  juga  memiliki  antenna  pendek  yang  berbentuk rambut, kaki yang berkembang baik, alat mulut tipe pengunyah, mata majemuk yang besar, abdomen panjang dan langsing (Boror et al., 1992).
Habitat capung menyebar luas, di hutan-hutan, kebun, sawah, sungai dan danau, hingga ke pekarangan rumah  dan  lingkungan perkotaan. Ditemukan  mulai  dari  tepi pantai hingga ketinggian lebih dari 3.000 m dpl. Beberapa jenis capung, umumnya merupakan penerbang yang  kuat  dan  luas  wilayah  jelajahnya.  Beberapa  jenis  yang  lain  memiliki habitat yang spesifik dan wilayah hidup yang sempit (Wikipedia Indonesia, 2006).
Capung (Odonata) juga memiliki karakter yang istimewa yaitu dapat melakukan perkawinan di  udara  dalam  berbagai cara. Sebelum  kawin,  serangga  jantan  akan  membengkokkan perutnya ke arah depan dan menyalurkan spermatozoa ke dalam organ seperti kantung kemih pada sternite kedua  dari  perut.  Dalam  perkawinan,  serangga  jantan  menggunakan terminal classper yang  dimillikinya   untuk  memegang  serangga  betina  pada  daerah  sekitar  leher, serangga betina kemudian akan membengkokkan perutnya ke arah depan menuju ke sternite kedua dari perut serangga jantan, yang merupakan tempat terjadinya transfer spermatozoa ke tubuh  betina  yang sebenarnya. Mekanisme  ini  tidak  ditemukan  pada  serangga  ordo  lain (Borror et al., 2002).
Betina  akan  meletakkan  telurnya  pada  pada tumbuhan yang  berada  di  air.  Beberapa  jenis Odonata  menyukai  air  yang  menggenang  untuk  menaruh  telurnya,  beberapa  jenis  yang lainnya menyukai air  yang agak deras. Telur tersebut akan menetas menjadi nimfa melalui proses  metamorfosis  tidak  sempurna.  Nimfa  merupakan  makhluk  kecil  yang  diperkirakan terdiri dari 10-13 instar (Paulson, 2004). Nimfa memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan bentuk  dewasanya, yaitu mempunyai  sepasang  mata  yang  besar,  kaki  yang  berkembang dengan  baik  dan  bagian  mulut   yang  dipergunakan  untuk  menangkap  dan  mengigit mangsanya.  Nimfa  tersebut akan  matang  dalam  waktu  satu  tahun.  Pada  spesies  yang  lebih besar, perkembangan dapat mencapai waktu dua sampai empat tahun. Ketika telah mencapai titik  tumbuh  maksimal, nimfa  akan  merayap  menuju  kepermukaan  air  dan  menempel  pada sebuah tongkat, batang, atau objek lainnya untuk melakukan pergantian kulit yang terakhir. Serangga dewasa  yang baru terbentuk ini akan mengalami pengerasan dan pewarnaan kulit dalam waktu yang relatif lambat, beberapa spesies memerlukan waktu satu sampai dua hari untuk melakukan proses ini (Borror et al., 1992).
Nimfa Odonata semuannya adalah akuatik (Corbet, 1995), terutama hidup pada kolam, danau atau hulu sungai dan makan berbagai macam organisme akuatik yang kecil. Biasanya mereka tinggal  menunggu  korban-korban  mereka,  yang lainnya  tinggal  pada  tumbuhan  atau  ada  di dalam  lumpur.  Nimfa  memiliki mulut  tipe  pengunyah,  dengan  pemanjangan  dan  sebuah engsel  untuk  membentuk  suatu  organ  penangkap  yang  kuat  untuk  membunuh  mangsanya. Selain itu nimfa juga mempunyai kaki yang kuat, dan insang yang bergerigi di dalam rektum. Nimfa-nimfa ini berenang karena goyangan tubuhnya, dan insang yang berfungsi seperti ekor ikan. Nimfa capung bernapas dengan cara menarik air ke dalam rektum melalui dubur dan kemudian membuangnya (Borror et al., 1992).
Beberapa  penelitian  mengenai  Odonata  telah  banyak  dilakukan,  diantaranya  penelitian mengenai  keanekaragaman  Odonata  dan  hubungannya  dengan  ekosistem  dan  penggunaan lahan di Semenanjung Utara Malaysia (Siregar et al., 2004), juga penelitian kehadiran nimfa Odonata  di  berbagai  habitat  persawahan  Ahmad  (1982).  Penelitian  tersebut  lebih menekankan pada faktor lingkungan yang mempengaruhi populasi Odonata. Beberapa aspek lain,  seperti  hubungan  populasi  Odonata  dengan  fenologi  padi  (perkembangan  tanaman) belum banyak dikaji.
Populasi  Odonata  juga  dipengaruhi  oleh  faktor  abiotik  dalam  perkembangan  hidupannya, seperti  penggunaan  insektisida.   Insektisida  yang  digunakan  secara  tidak  langsung  dapat berdampak  pada  populasi  Odonata.  Hal  ini  telah  dilaporkan  Kobayashi  (1961),  dalam Asahina et al., 1970; dalam Ahmad 1982, yang menyatakan bahwa Odonata merupakan salah satu predator insekta yang mengalami kerugian hebat akibat penggunaan insektisida terhadap penggerek  batang  padi.  Asahina et  al.,  1970  dalam  Ahmad  1982 juga  melaporkan  bahwa akibat penggunaan insektisida terhadap penggerek batang padi yang dilakukan tahun 1955-1959 di Jepang, mengakibatkan populasi Odonata mengalami penurunan yang drastis.

Sumber: Irwandi Ansori, KEANEKARAGAMAN NIMFA ODONATA (Dragonflies) DI BEBERAPA PERSAWAHAN SEKITAR BANDUNG JAWA BARAT, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan PMIPA FKIP UNIB