LKIS SDA 2011 TEK.LINGKUNGAN ITS FMIPA ITS 2011 LPIR SMP 2011 ITS BIOLOGI IMEC ITS 2011 HI GREAT UB LKIR Ke 43 2011 LIPI NYIA Ke 4 2011 LIPI OPSI 2011 Chemistry Carnival 2011 IPB Agrotek 2011 UM fs2t 2011 Geografi Unesa 2011
Sampul dan Judul Lembar Persetujuan Lembar Pengesahann Kata Pengantar Daftar Isi Abstraksi
Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Format Bab Pendahuluan ... ? ? ?
Tahap Penyusunan Prinsip Tinjauan Pustaka Sumber Tinjauan Pustaka Contoh Format
Tempat dan Waktu Desain Penelitian Populasi dan Sampel Identifikasi Variabel Langkah Kerja Definisi Operasional Variabel Instrumen Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data Format Metode Penelitian
Penyajian data verbal Penyajian data matematis Penyajian data visual Pembahasan Format Hasil penelitian
Kesimpulan Saran Format bab penutup
Perangkat 1 Perangkat 2 Perangkat 3
MARI BERKARYA DEMI MASA DEPAN UMAT MANUSIA

Minggu, 22 Agustus 2010

Bab TINJAUAN PUSTAKA

Bab Tinjauan Pustaka atau Bab Kajian Teori atau ada yang menyebut Bab Dasar Teori dan ada pula yang menulis dengan Bab Landasan Teori, semua istilah tersebut mempunyai maksud yang sama tentang bab 2 dalam karya tulis ilmiah yang berbentuk makalah. Isi bab tinjauan pustaka adalah teori-teori relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti (ingat pengertian variable), sebagai dasar untuk memperoleh jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Teori-teori yang disusun dalam bab ini juga sangat penting dalam memberikan argumen atau dasar teori pada pembahasan. Artinya teori-teori yang ditulis dalam bab ini tidak hanya yang terkait dengan variable secara langsung, namun berisi pula teori-teori yang memberikan penguatan terhadap pembahasan. Pembahasan memang harus dikuatkan dengan teori yang sudah ada sehingga kesimpulan akhir dari penelitian benar-benar diakui kebenarannya secara ilmiah.

Dalam bab ini pula diperlukan dukungan dari hasil-hasil penelitian yang telah ada dan ada kaitannya dengan variabel yang akan diteliti. Jumlah teori yang disusun sesuai dengan jumlah variabel yang akan diteliti. Jika variabel yang diteliti ada dua, maka jumlah teori yang dikemukakan juga ada dua. Sedangkan masing-masing teori bisa dijabarkan menjadi sub-sub teori atau jika ada hubungannya dengan teori lain yang masih berhubungan dengan pembahasan variable atau rumusan masalah maka teori itu juga perlu untuk di masukkan. Mengapa demikian? Karena dalam pembahasan sangat dimungkinkan adanya pengembangan analisa yang juga membutuhkan teori-teori yang terkait untuk memperkuat analisa atau pembahasan itu.

1 komentar: