Monday, 20 March 2017
TUTORIAL MEMBUAT DUA NOMOR HALAMAN DALAM SATU FILE MAKALAH
Tuesday, 15 March 2011
CONTOH ANALISIS SWOT
Dalam beberapa lomba desain produk biasanya panitia meminta dalam proposal atau makalah ilmiah terdapat analisis SWOT. Sedangkan untuk siswa SMA/MA mungkin hal ini cukup sulit karena mereka belom mengenal analisis SWOT. Untuk mempermudah pemahaman tentang hal tersebut saya berikan contoh yang berasal dari artikel tentang KOPERASI, sehingga para siswa tinggal menyesuaikan (menambah dan mengurangi) dengan kondisi produk yang akan dihasilkan dari karyanya. semoga bermanfaat. ...amiin
Pengembangan koperasi dalam analisis SWOT menurut Freddy Rangkuti (1997) sub-sub bagian dari analisis SWOT meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan berbagai indikator.
A. Kekuatan dengan indikator :
- Telah memiliki badan hukum.
- Stukur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi.
- Keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
- Resiko kekurangan pelanggan cukup kecil.
- Biaya rendah.
- Kepengurusan yang demokratis.
- Banyaknya unit usaha yang dikelola.
B. Kelemahan dengan indikator :
- Lemahnya stuktur permodalan koperasi.
- Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha.
- Kurang pengalaman usaha.
- Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai.
- Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi.
- Pengelola yang kurang inovatif.
- Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan.
- Kurang dalam penguasaan teknologi.
- Sulit menentukan bisnis inti.
- Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah).
C. Peluang dengan indikator
- Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
- Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder.
- Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi.
- Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi.
- Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia.
- Industrialisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan industri pedesaan lainnya.
- Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
- Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi.
- Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
- Dukungan kebijakan dari pemerintah.
- Undang-Undang nomor 12 tahun 1992, tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi.
- Daya beli masyarakat tinggi.
D. Ancaman dengan indikator :
- Persaingan usaha yang semakin ketat.
- Peranan Iptek yang makin meningkat.
- Masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi.
- Terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi.
- Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
- Pasar bebas.
- Kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah tertentu, misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran.
- Kurang efektifnya koordinasi dan sinkronasi dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi antar sektor dan antar daerah.
- Persepsi yang berbeda dari aparat pembina koperasi.
- Lingkungan usaha yang tidak kondusif.
- Anggapan masyarakat yang masih negatif terhadap koperasi.
- Tarif harga yang ditetapkan pemerintah.
- Menurunnya daya beli masyarakat.
Sumber: http://fatmaambarsari.wordpress.com/2010/11/28/pengembangan-koperasi-dengan-pendekatan-analisis-swot/
Friday, 21 May 2010
Pembinaan KIR

Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja di sekolah bisa lewat intrakurikuler atau ekstrakurikuler. Apapun wadahnya yang penting dua pelaku utama yaitu pembina dan yang dibina/peneliti sama-sama mempunyai sikap yang dibutuhkan sebagai seorang peneliti.
Dalam pembinaan penyusunan karya ilmiah dimulai dari adanya ide dari siswa/peneliti. Ide atau gagasan dari siswa bisa berupa judul, permasalahan, ato berita yang bisa dibuat penelitian.
di blog ini ada metodologi buat kir nah silahkan klik benner "Metodologi Kir"
selamat berkarya ......
Cari Ide BiQin KIR

Tahap mencari ide yang akan dibuat penelitian atau karya ilmiah remaja merupakan tahap yang paling sulit dalam kegiatan ilmiah remaja. Kita tahu bahwa untuk menyusun karya ilmia remaja harus di dahului adanya ide atau gagasan. Dari ide atau gagasan itulah para remaja membuat desain penelitian atau rencana penelitian. Langkah-langkah dalam rencana penelitian menuju ke arah untuk memperoleh jawaban dari rumusan masalah.
Para remaja atau siswa biasanya akan termotivasi untuk mencari ide atau gagasan ketika ada pemberitauan tentang adanya lomba yang bisa diikuti. Keterbatasan waktu dan kurangnya konsentrasi membuat siswa semakin sulit mendapatkan ide. nah di blog ini ada panduan untuk mencari ide berupa gambar-gambar, silahkan klik benner "Mo BiQin Ide yank bUaik", maaf tidak pakek EYD biar menarik perhatian para remaja/siswa.....ok selamat mencoba
Kelompok Ilmiah Remaja
Karya ilmiah itu sendiri mempunyai arti sebagai suatu karya yang dihasilkan melalui cara berpikir dengan menurut kaidah penalaran yang logis, sistematis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya.
Sebagai suatu kegiatan ekstrakurikuler di tingkatan SMP/MTs, SMA, SMK, Madrasah Aliyah bahkan Pondok Pesantren, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini merupakan suatu organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.
Di beberapa daerah kegiatan kelompok ilmiah remaja di sekolah ada yang sudah dimasukkan ke dalam intrakurikuler. Misalnya mengisi matapelajaran muatan lokal (mulok). Hal positif dari kondisi ini adalah pertemuan antara Pembina dengan siswa lebih rutin dan lebh terprogram karena ada kurikulum yang memandu, termasuk perangkat mengajar dan instrument penilaian.
