Tempat dan waktu peneltian harus dijelaskan dalam bab metode
penelitian. Hal ini dimaksudkan agar pembaca mengatahui dimana penelitian ini
dilakukan dan kapan dilakukannya. Ada beberapa penelitian yang hasilnya dipengaruhi
oleh tempat dan waktu penelitian. Sebagai contoh: penelitian “pengaruh
frekwensi pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan tanaman sawi”, dalam
penelitian ini tentu sangat dipengaruhi tempat dimana penelitian ini dilakukan.
Apapun yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman sawi jelas ada perbedaan antara
“pertumbuhan” tanaman sawi yang tumbuh di pegunungan dengan “pertumbuhan”
tanaman sawi yang tumbuh di dataran rendah. Begitu juga waktu penelitian jika
penelitian dilakukan pada musim penghujan dengan penelitian yang dilakukan
dimusim kemarau akan memberikan dampak yang berbeda terhadap pertumbuhan
tanaman sawi.
Di bawah ini merupakan contoh sederhana dari uraian tempat dan
waktu pada bab 3. Contoh tersebut merupakan makalah yang pernah menjadi finalis
tingkat Nasional di Politeknik Negeri Semarang pada tahun 2015
Data yang sudah dikumpulkan oleh peneliti akan mempunyai fungsi sebagai bahan untuk memecahkan atau menjawab masalah jika data-data tersebut dianalisis terlebih dahulu. Menganalisis berarti mengolah data, mengelompokkan data, menyusun data dalam bentuk yang lebih mudah memperlihatkan hubungan antar gejala atau variabel.
Analisa data ini menjelaskan tentang dengan cara apa data penelitian tersebut dianalisa (dilakukan uji statistik atau tidak). Pada penulisan karya ilmiah, analisa data merupakan bagian yang sangat menentukan tingkat kebenaran kesimpulan hasil penelitian. Bagi siswa, untuk analisa dapat dilakukan dengan cara mencari rata-ratanya atau mengubahnya ke dalam bentuk prosentase (%). Hasil rata-rata atau prosentase itu kemudian ditafsirkan dan dijadikan pedoman untuk membuat kesimpulan.
Tujuan analisa data, antara lain sebagai berikut :
1.Memaknai data yang telah diperoleh untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang telah diajukan.
2.Memperlihatkan hubungan antara variable-variabel yang terdapat dalam penelitian
3.Menunjukkan kelebihan dan kekurangan dalam memperoleh data
4.Memperoleh dasar-dasar untuk membuat kesimpulan.
Adapun bentuk-bentuk analisa data dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Analisa Kuantitatif
Analisa yang menggunakan data kuantitatif, dimana data yang digunakan berupa angka-angka dengan hasil analisa yang disajikan berupa angka-angka(matematis) yang kemudian diuraikan/dijelaskan atau diinterpretasikan dalam suatu uraian.
b. Analisa Kualitatif
Analisa Kualitatif artinya peneliti menganalisa dengan menggunakan kalimat-kalimat deskriptif dari data yang ada (bisa data kuantitatif maupun data kualitatif), seperti pengecekan data dan tabulasi, dalam hal ini sekedar membaca tabel-tabel, grafik-grafik atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penafsiran.
Dalam penulisan karya ilmiah remaja, pengumpulan data berisi tentang penjelasan bagaimana penggunaan instrumen, apakah instrument digunakan dengan cara observasi, eksperimen, wawancara, kuissoner atau angket. Sedangkan pada analisa data, peneliti menjelaskan cara-cara yang digunakan untuk menganalisa data.
1) Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan bagian dari kegiatan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data-data dari sampel/objek penelitian yang telah dipilih. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan pengukuran, dengan mendiskripsikan ciri-ciri suatu objek, atau dengan cara menghitung.
Jenis sumber data bisa dibedakan menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber skunder. Pengambilan data yang diperoleh langsung oleh peneliti disebut sumber primer dan datanya isebut data primer, sedangkan apabila melalui tangan kedua atau data sudah tersedia sedangkan peneliti tinggal merilis dari instansi/lembaga tertentu disebut sumber sekunder dan datanya disebut pula data skunder.
Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, data yang dihimpun umumnya berupa kata-kata, bukan angka. Data kualitatif bisa didapat dengan bermacam-macam teknik misalnya; observasi, angket, wawancara, dan sebagainya.
Teknik pengumpulan data sangat tergantung dari instrument yang digunakan. Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data. Tujuan menggunakan instrumen adalah untuk memudahkan memperoleh data secara sistematis dan bisa dipertanggungjawabkan. Selanjutnya instrumen yang diartikan sebagai alat bantu merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam bentuk angket (questionnaire), daftar cocok (checklist), skala (scala), pedoman wawancara (interview guide atau interview schedule), lembar pengamatan atau panduan pengamatan (observation sheet atau observation schedule), soal ujian (soal tes atau tes), dan sebagaimya.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian digunakan untuk menguji hipotesis atau menjawab petanyaan yang telah dirumuskan. Oleh karena data yang diperoleh akan dijadikan landasan dalam mengambil kesimpulan, data yang dikumpulkan haruslah data yang benar. Agar data yang dikumpulkan baik dan benar, instrumen pengumpulan datanya harus baik. Ada beberapa instrumen pengumpulan yang akan dibahas berikut ini sesuai dengan teknik pengumpulan data.
a. Metode Angket (Questionnaire)
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan peneliti. Selanjutnya orang yang bersedia memberikan respon tersebut disebut responden atau sampel.
Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah. Dalam memberikan respon atau jawaban yang diminta oleh angket responden tanpa merasa khawatir karena kerahasiaan identitas tidak akan dipublikasikan.
b. Metode Checklist
Checklist atau daftar cek adalah suatu daftar yang berisi pernyataan dan aspek-aspek yang akan diamati. Bermacam-macam aspek perbuatan yang biasanya dicantumkan dalam daftar cek sehingga pengamat tinggal memberikan cek (√) pada tiap-tiap aspek tersebut sesuai dengan hasil pengamatannya.
c. Metode Wawancara
Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Cara wawancara adalah dengan jalan bertanya langsung kepada orang yang menjadi nara sumber. Wawancara merupakan proses komunikasi antara dua orang atau lebih, sehingga hasil wawancara ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi dan mempengaruhi pada saat proses komunikasi berlangsung. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah pewawancara, responden, topik penelitian yang tertuang dalam instrumen penelitian, dan situasi wawancara.
d. Metode Pengamatan (Observation)
Observasi adalah melakukan pengamatan untuk memperoleh data secara langsung ke objek penelitian sehingga dapat melihat dari dekat tentang hal-hal yang menjadi tujuan pengamatan. Objek penelitian bisa berupa aktivitas manusia, fenomena alam, proses kerja, dan lain sebagainya.
Hasil pengamatan merupakan data-data atau informasi mengenai segala sesuatu yang ada, yang terjadi, yang dapat diindera oleh panca indera. Peristiwa, kejadian, fenomena yang sedang berlangsung pada saat pengamatan dan dianggap penting dicatat sedetail mungkin.
Metode pengumpulan data dengan observasi atau pengamatan bisa dilakukan pada bidang penelitian baik ilmu-ilmu alam maupun pada penelitian sosial kemanusiaan. Tetapi pengamatan pada penelitian natura (ilmu pengetahuan alam) biasanya lebih mudah dilakukan, karena pengukurannya dapat dilakukan pada bagian-bagian tertentu dari objek dengan menggunakan alat ukur yang sudah umum dan cukup valid.
e. Metode Tes
Tes adalah salah satu cara pengumpulan data dimana responden atau objek yang diteliti diberi satu set lembar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab. Tes ini biasanya digunakan untuk mengukur ketrampilan dan pengetahuan, inteligensi, kemampuan bakat dan minat seseorang atau kelompok. Penelitian yang umum menggunakan metode ini biasanya berupa penelitian tindakan. Dimana dalam proses penelitiannya responden diberikan tindakan tertentu untuk mengetahui seberapa besar tindakan itu. Agar pengaruh tindakan dapat dilihat dengan jelas maka peneliti melakukan pre tes/tes sebelum tindakan dan post tes/tes sesudah tindakan.
f. Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan data dari tempat penelitian, yaitu meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, dan data-data dari penelitian terdahulu yang relevan dengan masalah atau tujuan penelitian. Metode dokumentasi biasanya sebagai penunjang metode lain untuk memperoleh data tambahan yang terkait dengan data utama. Namun tidak menutup kemungkinan penelitian dilakukan hanya dengan menggunakan metode dokumentasi saja. Hal ini tentu sangat tergantung dari tema atau permasalahan yang sedang diteliti.
Contoh Metode Pengumpulan Data
Makalah Juara Harapan dalam LKIR LIPI 2007, (SMP NEGERI 1 LAREN LAMONGAN)
Judul: Gerakan Anti Komunis di Kawasan Pantai Utara Kabupaten Lamongan Pasca Peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965
Teknik penelitian
Teknik yang digunakan untuk mendapatkan data-data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara terhadap sumber pelaku sejarah, studi literatur, observasi (pengamatan) dan dokumentasi.