LKIS SDA 2011 TEK.LINGKUNGAN ITS FMIPA ITS 2011 LPIR SMP 2011 ITS BIOLOGI IMEC ITS 2011 HI GREAT UB LKIR Ke 43 2011 LIPI NYIA Ke 4 2011 LIPI OPSI 2011 Chemistry Carnival 2011 IPB Agrotek 2011 UM fs2t 2011 Geografi Unesa 2011
Sampul dan Judul Lembar Persetujuan Lembar Pengesahann Kata Pengantar Daftar Isi Abstraksi
Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Format Bab Pendahuluan ... ? ? ?
Tahap Penyusunan Prinsip Tinjauan Pustaka Sumber Tinjauan Pustaka Contoh Format
Tempat dan Waktu Desain Penelitian Populasi dan Sampel Identifikasi Variabel Langkah Kerja Definisi Operasional Variabel Instrumen Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data Format Metode Penelitian
Penyajian data verbal Penyajian data matematis Penyajian data visual Pembahasan Format Hasil penelitian
Kesimpulan Saran Format bab penutup
Perangkat 1 Perangkat 2 Perangkat 3
MARI BERKARYA DEMI MASA DEPAN UMAT MANUSIA

Pencernaan Makanan

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN MANUSIA

Berdasarkan tempat terjadinya, proses pencernaan makanan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu pencernaan intrasel adalah proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam sel. Makanan dimaksudkan ke dalam sel kemudian dicernak dengan bantuan enzim, contoh sistem pencernaan pada hewan bersel satu. Pencernaan ekstrsel, yaitu  pencernaan yang terjadi di luar sel. Proses pengubahan  makanan berlangsung di dalam saluran pencernaan , contoh pencernaan yang terjadi pada makhluk hidup multi seluler.

Secara umum proses pencernaan makanan dibedakan menjadi tuga cara yaitu :
1.     Pencernaan mekanis, mempunyai tujuan untuk mengubah bentuk makanan menjadi kecil ( halus ) agar mudah ditelan serta di cernak lebih lanjut.
2.     Pencernaan Kimiawi, dilakukan dengan bantuan enzim pencernaan makanan untuk mengubah makanan menjadi bentuk yang lebih halus sehingga mudah untuk diserap oleh sel-sel tubuh.
3.     Pencernaan biologis, dilakukan dengan bantuan  mikroorganisme lain untuk menguraikan atau membusukkan makanan.

Sistem pencernaan makanan terdiri atas :   (a) Saluran pencernaan, yang meliputi ; rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus (dubur)  dan (b) kelenjar pencernaan, yang terdiri dari; kelenjar luda, kelenjar lambung, hati, pancreas

A. Alat Pencernaan Makanan
1.     Rongga Mulut
Di dalam mulut terdapat beberapa alat pencernaan dak kelenjear pencernaan di antaranya :
a.     Lidah
Lidah berfungsi sebagai organ pengatur makanan dalam mulut ketika mengunya  dan menelan makanan, lida juga berfungsi untuk berbicara, sebagai alat pengecap sebab pada permukaan lida banyak palila ( tonjolan ) yang mengandung sel-sel sensoris )

b.    Kelenjar Ludah ( Glandula Salivaris )
Kelenjar ludah menghasilkan air ludah ( saliva ) yang di dalamnya terdapat enzim ptealin yang berfungsi merubah karbihidrat (tepung) menjadi  gula sederhana (maltosa)  yang mudah larut sehingga memudahkan pencernaan selanjutnya. Sebenarnya air ludah di dalam mulut dihasilkan oleh  tiga pasang kelenjar ludah. 

c.     Gigi (Dentis )
Gigi mempunyai fungsi untuk memotong-motong makanan dan menghaluskan makanan hingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga makanan yang dimakan muda untuk ditelan, proses pencernaan makanan yang dilakukan oleh gigi – gigi di dalam mulut dinamakan pencernaan secara mekanik  
Berdasarkan  bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi :
1) Gigi seri : berfungsi  untuk memotong makanan, bentuknya tipis, lebar seperti kapak.
2) Gigi taring, berfungsi merobek atau mengoyak makanan, bentuknya runcing seperti tombak.
3) Gigi geraham , berfungsi untuk mengunya makanan, bentuknya besar dan permukaannya tidak rata karena mempunyai tonjolan – tonjolan yang cocok untuk mengunya makanan. 

 1). Struktur gigi
Gigi terbentuk dari tulang gigi yang disebut dentin, struktur dentin menyerupai struktur tulang. Didalamnya terdapat rongga  yaitu pulpa yang berisi  pembuluh darah dan saraf.
Gigi menpunyai 3 bagian yaitu :
·         Makota gigi, yaitu bagian gigi yang tampak dari luar
·         Leher gigi, yaitu bagian gigi yang terbungkus gusi.
·         Akar gigi, bagian gigi yang terbenam dalam tulang rahang

Berikut ini bagian-bagian yang terdapat pada struktur gigi di antaranya :
(a). Email : merupakan lapisan keras sebagai pelindung gigi.
(b). Dentin : Bagian gigi berupa tulang yang tersusun dari kalsium karbonat
(c). Rongga gigi ( pulpa gigi ) : berisi pembuluh darah dan saraf
(d). Semen : sebagai pelekat gigi dengan tulang rahang
(e). Gusi : Sebagai penutup dan pelindung leher gigi
(f). Pembuluh darah dan saraf, Pengantar sari makanan ke gigi dan saraf sebagai indra perasa.

Gigi baru tumbuh ketika umur sekitar lima bulan dan akan berjumlah 20 sekitar 6 tahun dengan susunan 8 buah gigi seri, 4 buah gigi taring, dan 8 buah gigi geraham.  Gigi yang baru tumbuh 20 buah pada masa anak-anak itu disebut gigi susu. Selanjutnya dalam perkembangan anak menuju kedewasaan maka gigi susu akan tanggal satu persatu dan digantikan oleh gigi permanen atau gigi tetap yang jumlahnya 32 buah dengan rincian :  8 buah gigi seri, 4 buah gigi taring dan 12 buah gigi geraham.

2.     Kerongkongan
Kerongkongan terletak dibelakang tenggorokan, kerongkongan adalah saluran yang menghubungkan  antara rongga mulut dengan lambung. Pada pangkal kerongkongan terdapat faring atau anak tekak sebagai persimpangan antara tenggorokan dengan kerongkongan. Dinding kerongkongkongan mengeluarkan lendir ( mukosa / musin ) serta dapat mengadakan gerak meremas-remas  (peristaltik ) untuk mendorong makanan agar dapat masuk ke dalam lambung.

3.     LAMBUNG
Lambung terletak di dalam rongga perut sebelah kiri.  Lambung terdiri atas tiga bagian  yaitu bagian  atas   (kardiak ), bagain tengah ( fundus) dan bagian bawah yang berhubungan dengan usus halus ( pylorus).  Di ujung-ujung atas lambung terdapat  sfingter kardia (kelep) yang akan terbuka jika ada makanan mendekati lambng. Sedangkan bagian ujung bawah lambung terdapat otot sfingter pilorus  mengatur masuknya ke dalam usus.
Dinding lambung terdiri otot polos yang berlapis-lapis, apabila otot tersebut berkontraksi makanan akan teraduk sehingga makanan akan menjadi semacam bubur, pencernaan makan yang dilakukan oleh dinding-dinding lambung di sebut pencernaan makan secara mekanik. Makanan  berada di lambung sekitar 4 – 5 jam.
Pada dinding lambung terdapat kelenjar lambung yang menghasilkan zat penting bagi pencernaan makanan secara kimiawi. Zat-zat itu antara lain :
a.     pepsinogen, yaitu setelah aktif menjadi pepsin akan  berfungsi  untuk mengubah protein  menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yang disebut pepton. Pepsinogen akan berubah menjadi pepsin karena pengaruh asam  klorida (HCL).
b.    Asam klorida (HCL), yaitu zat yang berfungsi  untuk :
·         Menyederhanakan protein jaringan ikat sehingga mudah dicerna.
·         Membantu membunuh kuman penyakait yang masuk bersama makanan
·          Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
c.     Renin, yaitu enzim yang berfungsi mengendapkan  protein susu (kasein) dari air susu. Enzim ini hanya terdapat pada bayi.

4.     USUS HALUS
Makanan  dari lambung masuk ke dalam usus halus sedikit demi sedikit. Usus halus dibedakan menjadi tiga bagian yaitu : usus dua belasjari (duodenusm), usus kosong ( yeyunum) dan usus penyerapan (ilium).
a.     Usus dua belas jari (duodenum)
Panjang usus ini lebih kurang 0,25 meter. Pada usus ini bermuara dua saluran yaitu saluran empedu dan saluran pankreas.  Saluran empedu menghasilkan cairan empedu ( bilus ), yang dihasilkan oleh hati yang terlebih dahulu ditampung didalam kantung empedu, kemudian disalurkan ke dalam usus dua belas jari. Di dalam usus duabelas jari , getah empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak. Sedangkan saluran pankreas menyalurkan enzim-enzim yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Kelenjar pankreas terletak di bawah lambung.
Pankreas mengahsilkan 3 macam enzim yaitu :
·         Amilase pankreas, yaitu berguna merubah tepung  menjadi zat gula.
·         Tripsin, yang berguna untuk merubah protein (pepton menjadi asam amino )
·         Lipase, yang berguna untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
b.    Usus kosong (yeyunum)
Pada usus kosong terjadi akhir proses pencernaan secara kimia sebelum sari makanan diserap.
c.     Usus penyerapan ( ilium).
Sari makanan hasil proses pencernaan akan diserap  oleh usus penyerapan. Untuk mempercepat proses penyerapan  sari-saru makanan, maka permukaan dalam usus halusberjonjot (bervilus ). Adanya vilus ini menyebabkan permukaan usus penyerapan menjadi  menjadi luas sehingga makanan dapat terserap  dengan cepat dan banyak. Didalam dinding usus ini terdapat  jaringan pembuluh kapiler darah dam pembuluh  kil (chil). Pembuluh darah kapiler mengangkut  asam amino, glukosa, vitamin dan mineral sedangkan  pembuluh kil mengangkut asam lemak dan gliserol.
                        Sisa makanan  yang tidak dapat tidak dapat diserap  (diabsorbsi) oleh dinding usu halus selanjutnya masuk kedalam usus tebal. Pada batas antara usus halus dan usus tebal terdapat usus buntu, pada sisi bawah usus buntu terdapat umbai cacing atau appendiks. Infeksi pada appendiks disebut appendiksitis. Jika dioperasi, yang dipotong bukan usus buntu melainkan umbai cacingnya.

5.     USUS BESAR
Usus besar dibedakan menjadi 3 bagian yaitu bagian naik, bagian mendatar dan bagian menurun. Pada daerah pangkal usus besar terdapat usus buntuh dan umbai cacing ( apendiks). Bagian akhir usus besar adalah poros usus ( rektum ). Rektum  mempunyai muara yang disebut dubur ( anus ). Anus mempunyai dua otot gelang, yang satu berada di dalam  adalah otot polos  (otot tak sadar ) sedangkan lainya berada disebelah luar  berupa otot lurik (otot sadar).
      Didalam usus besar terdapat bakteri pembusuk ( Escheria colli ), bakteri ini disamping membantu proses pembusukan sisa makanan juga membantu mensintesis vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah.
Fungsi utama usus tebal adalah untuk mengatur kadar air sisa makanan. Apabila kadar air pada sisa makanan berlebihan, maka dinding usus tebal menyerap  kelebihan air  tersebut, dan sebaliknya apabila kadar air dalam sisa makanan  rendah maka usus tebal bertugas mengeluarkan air ke dalam sisa makanan. Jika terjadi iritasi pada dinding usus besar  karena akibat infeksi virus taua bakteri maka makanan akan cepat lewat usus besar dan penyerapan air sanagat sedikit, sehingga feses berbentuk cair, keadaan ini disebut diare, bila diare terjadi dalam waktu yang lama maka tubuh akan kehilangan banyak cairan tubuh (dehidrasi). Sebaliknya, usus besar dapat mempertahankan isisnya dalam waktu yang lama, akibatnya feses menjadi sangat kering karena terlalu banyak air yang diabsorbsi. Keadaan ini disebut konstipasi (sembelit).

B. Gangguan pada sistem pencernaan makanan
1.     Gangguan pada mulut, misalnya Parotitis, yaitu infeksi pada kelenjar luda (parotis) dan biasa disebut gondong. Xerostomia, yaitu produksi air liur sedikit.
2.     Tukak lambug (maag), yaitu infeksi pada dinding lambung, salah penyebabnya adalah makan yang tidak teratur.
3.     Diare yaitu feses terlalu cair karena penyerapan air oleh usus besar terganggu, hal ini disebabkan karena kerusakan pada dinding usus besar karena kuman penyakit.
4.     Sembelit , yaitu sulit buang air besar karena feses terlalu padat, hal ini disebabkan karena penyerapan air oleh usus besar terlalu tinggi. Disamping itu makanan yang dimakan rendah serat.
5.     Disentri, buang air besar bercampur darah, hal ini karena adanya serangan kuman penyakit disentri pada usus halus.
6.     Apendiksitis, peradangan pada umbai cacing, salah satu penyebabnya adanya makanan yang sulit dicernak masuk ke dalam umbai cacing.