LKIS SDA 2011 TEK.LINGKUNGAN ITS FMIPA ITS 2011 LPIR SMP 2011 ITS BIOLOGI IMEC ITS 2011 HI GREAT UB LKIR Ke 43 2011 LIPI NYIA Ke 4 2011 LIPI OPSI 2011 Chemistry Carnival 2011 IPB Agrotek 2011 UM fs2t 2011 Geografi Unesa 2011
Sampul dan Judul Lembar Persetujuan Lembar Pengesahann Kata Pengantar Daftar Isi Abstraksi
Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Format Bab Pendahuluan ... ? ? ?
Tahap Penyusunan Prinsip Tinjauan Pustaka Sumber Tinjauan Pustaka Contoh Format
Tempat dan Waktu Desain Penelitian Populasi dan Sampel Identifikasi Variabel Langkah Kerja Definisi Operasional Variabel Instrumen Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data Format Metode Penelitian
Penyajian data verbal Penyajian data matematis Penyajian data visual Pembahasan Format Hasil penelitian
Kesimpulan Saran Format bab penutup
Perangkat 1 Perangkat 2 Perangkat 3
MARI BERKARYA DEMI MASA DEPAN UMAT MANUSIA

Gerak Manusia


SISTEM GERAK PADA MANUSIA

Salah satu ciri makhluk hidup adalah kemampuan untuk melakukan gerakan (bergerak). Gerak pada makhluk hidup merupakan upaya untuk menanggapi suatu rangsangan. Kemampuan gerak pada makhluk hidup karena adanya kerja sama antara tulang dan otot. Tulang sebagai alat gerak pasip, karena tidak mempunyai kemampuan untuk kontraksi, ekstensi maupun relaksasi, sedangkan otot mempunyai kemampuan berkontraksi, ekstensi dan relaksasi oleh sebab itu disebut sebagai alat gerak aktif. Rangkah merupakan  sekumpulan tulang yang jumlahnya kurang lebih 206 tulang dan sambung menyambung membetuk bentuk tubuh manusia. Untuk lebih memahami sistem gerak pada manusia maka akan diuraikan sebagai berikut :

A.   Rangka Tubuh Manusia
Berdasarkan letaknya  rangkah pada makhluk hidup dibedakan atas dua macam yaitu :
v  Rangka luar ( eksoskeleton ) : Rangka yang tampak dari luar tubuh, contoh rangka pada kepting, udang, belalang dll. Rangka luar umumnya berupa kulit luar yang cukup keras.
v  Rangka dalam ( endoskeleto ) : rangka yang terdapat di dalam tubuh sehingga tidak tampak dari luar. Contoh rangka pada manusia, atau hewan vetebrata lainnya.
1.     Fungsi Rangka
Rangka pada tubuh manusia mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.     menegakkan tubuh
b.    menjadi tempat melekatnya otot
c.     melindungi organ yang penting
d.     memberi bentuk tubuh.
e.     Tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih
f.     Tempat penimbunan zat kapur
g.    Sebagai alat gerak aktif.

2.     Macam-macam tulang
a.    Tulang berdasarkan bentuknya
Berdasar bentuknya tulang dibedakan menjadi 3 macam yaitu  :
1). Tulang pipa ( panjang )  cirinya : bentuknya bulat panjang bulkat seperti pipa, pada kedua ujungnya berangga, didalamnya berisi sumsum kuning dan lemak ( sumsum kuning  merupakan cadangan pembetukan sumsum mera )
Contoh : tl. lengan atas, tl. paha, tl kering, tl. ruas jari kaki/ tangan dll.
2). Tulang Pipih ( Gepeng ), cirinya : bentuknya pipih atau tipis, di dalamnya berisi sumsum merah yang berfungsi tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
Contoh : tl. tengkorak ( kepala ), tl. rusuk, tl. dada dll.
3). Tulang pendek , cirinya : Bentuknya pendek dan bulat, di dalamnya beisi sumusm merah, yang berfungsi temapat untuk pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.
Contoh : tl. ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki dan pergelangan tangan.

b.    Tulang berdasarkan letaknya
Berdasarkan letaknya tulang-tulang yang menyusun kerangka tubuh manusia dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu : tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak.

1) Tulang Tengkorak.
Tulang-tulang tengkorak berbentuk pipih, saling berhubungan, dan membentuk rongga yang disebut rongga otak. Didalam rongga inilah otak tersimpan. Susunan tulang pipih pada tengkorak dihubungkan oleh sendi mati sehingga tidak dapat digerakkan lagi kecuali pada rahang bawa.. Pada bayi yang baru lahir, terdapat tulang ubun-ubun. Kedua tulang ubun-ubun tersebut, yaitu kiri dan kanan, belum menyatu sempurna sehingga terasa lembut bila dipegang. Dalam pertumbuhannya, tulang tengkorak bayi akan menyatu sempurna.
Tulang tengkorak terdiri atas 2 bagian yaitu : tulang tengkorak bagian kepala (tempurung kepala)  pelindung otak dan tulang tengkorak bagian muka ( pembentuk wajah).
a). Tulang tengkorak bagian kepala (tempurung kepala) terdiri atas ;
(1)     tulang kepala belakang (1 buah)
(2)     tulang ubun-ubun (2 buah)
(3)     tulang dahi (1 buah)
(4)     tulang baji (2 buah)
(5)     tulang pelipis (2 buah), dan
(6)     tulang tapis (2 buah)

   b). Tulang tengkorak bagian muka terdiri atas :
(1)     tulang rahang atas (2 buah)
(2)     tulang rahang bawah (2 buah)
(3)     tulang langit-langit (2 buah )
(4)     tulang hidung (2 buah)
(5)     tulang pipi (2 buah)
(6)     tulang mata (2 buah), dan
(7)     tulang pangkal lidah (1 buah)

2) Tulang Badan
Tulang pembentuk badan terdiri atas : ruas-ruas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang bahu, dan tulang gelang pinggul/panggul.
a). Tulang belakang
Tulang belakang berbentuk tulang pendek dan berjumlah 33 ruas. Yang terbagi atas :
(1). 7 ruas tulang leher,
(2). 2 belas ruas tulang punggung,
(3). 5 ruas tulang pinggang,
(4). 5 ruas tulang kelangkang, dan
(5). 4 ruas tulang ekor. ( menyatu melengkung ke dalam )

Ruas-ruas tulang belakang bila dilihat dari samping, berbentuk melengkung. Lengkungan ini penting untuk menunjang keseimbangan badan dan menyangga berat badan. Ruas pertama tulang belakang (bagian dari tulang leher) disebut tulang atlas yang berfungsi menyangga kepala. Ruas-ruas tulang pinggang merupakan ruas yang paling besar dan paling kuat dibandingkan ruas tulang belakang lainnya. Pada orang dewasa, kelima ruas tulang kelangkang menyatu. Penyatuan tulang ini terjadi pada usia antara 16 sampai 25 tahun. Demikian juga dengan tulang ekor. Keempat ruas tulang tersebut menyatu pada usia antara 20 dan 30 tahun.

b). Tulang dada
Tulang dada berbentuk pipih, bagian atas agak lebar sedangkan bagian bawah mengecil. Tulang dada panjangnya kurang lebih 15 cm dan terletak di bagian tengah dada. Tulang dada mempunyai bagian yang terdiri atas :
(1). Bagian hulu, yaitu bagian atas yang dilekati oleh sepasang tulamg selamgka
(2). Bagian badan, yaitu bagian tengah yang dilekati oleh 7 pasang tulang rusuk sejati
(3). Bagian taju pedang, yaitu bagian bawah yang terbuat dari tulang rawan
c). Tulang rusuk
Manusia memiliki 12 pasang tulang rusuk yang terdiri atas :
(1). 7 Tulang rusuk sejati; Ujung tulang rusuk ini melekat pada tulang punggung dan tulang dada.
(2). 3 Tulang rusuk palsu; ujung tulang rusuk bagian belakang melekat pada tulang punggung, sedangkan bagian depan melekat pada tulang rusuk di atasnya.
(3). 2 Tulang rusuk melayang; ujung bagian belakang melekat pada tulang punggung, sedangkan bagian depan melayang. Antara tulang dada, tulang punggung, dan tulang rusuk terbentuk rongga dada yang merupakan ruang jantung dan paru-paru. Dengan demikian, tulang dada, tulang punggung, dan tulang rusuk berfungsi melindungi jantung dan paru-paru.
d). Gelang bahu
Tulang gelang bagu tersusun sebagai berikut.
(1). Dua tulang selangka
Tulang selangka terletak di sebelah depan dan masing - masing menghubungkan gelang bahu kiri dan kanan dengan tulang dada.
(2). Dua tulang belikat
Tulang belikat terletak di sebelah belakang dan berhubungan dengan tulang rusuk. Tulang belikat berbentuk segi tiga pipih serta mempunyai tonjolan yang disebut paruh gagak.
e). Gelang panggul
Tulang ini tersusun atas : tulang ilium (2 buah), tulang kemaluan (1 buah), dantulang duduk (2 buah).

3) Tulang Anggota Gerak
Tulang anggota gerak terdiri atas anggota gerak atas, yaitu tangan, dan anggota gerak bawah, yaitu kaki. Anggota gerak atas berhubungan dengan gelang bagu.
a). Tulang anggota gerak atas
Tulang anggota gerak atas tersusun dari
  (1). 2 tulang lengan atas
  (2). 2 tulang lengan bawah; terdiri dari atas 2 buah tulang hasta dan 2 buah tulang pengumpil,
  (3). Tulang pergelangan tangan; berjumlah 2 x 8 buah,
  (4). Tulang telapak tangan; berjumlah 2 x 5 buah, dan
  (5). Tulang ruas-ruas jari tangan; berjumlah 2 x 14 buah.
Tulang lengan atas merupakan tulang anggota gerak atas yang paling panjang dan paling besar. Bagian atas berhubungan dengan tulang belikat, dan bagian bawah berhubungan dengan tulang hasta dan tulang pengumpil. Tulang hasta terletak pada sisi kelingking, sedangkan tulang pengumpil terletak pada sisi ibu jari.
b). Tulang anggota gerak bawah
              Tulang anggota gerak bawah (kaki) berhubungan dengan tulang gelang panggul.
Anggota gerak bawah tersusun atas tulang :
(1). 2 tulang paha
      (2). 2 tulang tempurung lutut
(3). 2 tulang kering dan 2 tulang betis.
      (4). Tulang pergelangan kaki berjumlah 2 x 7 buah
(5). Tulang telapak kaki berjumlah 2 x 5 buah, dan
(6). Tulang ruas-ruas jari kaki berjumlah 2 x 14 buah.

c. Macam tulang berdasarkan jenisnya
Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu tulang rawan dan tulang (tulang keras).
1) .Tulang Rawan
Pada saat masih bayi, rangka manusia sebagian besar berupa tulang rawan (kartilago). Dalam masa perkembangannya tulang rawan tersebut lambat laun berubah menjadi tulang (tulang keras). Ada beberapa tulang rawan yang tidak berubah menjadi tulang. Cuping hidung, duan telinga dan laring adalah tulang rawan yang tidak berubah menjadi tulang.Berdasar jenis penyusunnya maka  tulang rawan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :
a). Tulang rawan hialin; merupakan tulang rawan sederhana dengan bahan yang seragam. Tulang rawan hialin terdapat pada dinding trakea, ujung tulang tungkai dan lengan anggota badan (cakra epifisia tulang pipa), sendi tulang, dan antara tulang rusuk dan tulang dada.
b). Tulang rawan elastis; bersifat lentur dan terdapat di hidung dan daun telinga.
c). Tulang rawan serabut; bersifat kuat, tetapi kurang lentur dibandingkan bentuk tulang rawan lainnya, terdapat pada antar ruas tulang belakang.
2). Tulang Keras
Yang dimaksud denga tulang dalam kehidupan sehari-hari adalah tulang keras. Dalam uraian selanjutnya kita akan menggunakan istilah tulang untuk tulang keras. Tulang berasal dari tulang rawan. Proses dari tulang rawan menjadi tulang disebut osifikasi. Proses ini dimulai dengan timbulnya pembuluh darah pada tulang rawan, dan sel tulang (osteoblas) menghasilkan jaringan tulang. Proses osifikasi ini terjadi misalnya pada tulang paha. Akan tetapi, tidak semua tulang berasal dari tulang rawan, contohnya tengkorak, berasal dari jaringan konektif di bawah kulit.
Ruang antar sel tulang banyak berisi zat kapur, yaitu kalsium karbonat, kalsium fosfat, sedikit zat perekat, dan protein. Oleh sebab itu, tulang bersifat keras dan tulang lentur. Proses pengerasan pada tulang dipengaruhi oleh vitamin D. Itulah sebabnya orang yang kekurangan vitamin D tulangnya rapuh. Bagian luar tulang diseliputi oleh selapis jaringan ikat yang liat. Lapisan ini disebut periosteum yang merupakan tempat melekatnya otot. Bila irisan tulang dilihat dengan mikroskop, terlihat kelompok lingkaran yang berlapis-lapis. Lingkaran tersebut mengelilingi saluran Havers. Di dalam saluran Havers terdapat pembuluh darah yang berfungsi memberikan makanan pada sel tulang yang berada pada setiap lapisan lingkaran.
Berdasarkan sifat bahan penyusunnya maka tulang keras dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
a). Tulang Kompak; mempunyai bahan penyusun yang rapat dan padat, misalnya lapisan luar tulang pipa.
b). Tulang Spons; mempunyai bahan penyusun berongga, misalnya tulang pendek, tulang pipih, dan tulang panjang dekat sambungan tulang.
Tulang terdapat pada seluruh tulang anggota gerak. Lapisan bagian luarnya keras (tulang kompak) dan mengelilingi rongga yang disebut rongga sumsum. Jadi, tulang tidak rapat, tetapi berongga di tengahnya. Seandainya semua tulang rapat tanpa rongga, tubuh kita sangat berat dan akan sulit digerakkan. Tulang keras mengandung banyak zat kapur dan sedikit zat perekat sehingga bersifat keras, tidak lentur.

B. Sumsum Tulang
Sumsum tulang mengisi rongga bagian dalam tulang. Ada dua macam sumsum tulang, yaitu sumsum merah dan sumsum kuning. Sumsum merah merupakan tempat pembuatan sel darah merah. Pada anak-anak, sumsum merah terdapat pada tulang tengkorak. Pada orang dewasa, sumsum merah terdapat antara lain pada tulang tengkorak, ruas tulang belakang, dan tulang rusuk. Sumsum kuning terdapat pada tulang anggota gerak orang dewasa. Sumsum kuning ini terbentuk dari campuran sel jaringan ikat, misalnya jaringan lemak dan sumsum merah.

C. Pertumbuhan Tulang
Tulang merupakan jaringan hidup yang dapat tumbuh dan memperbaiki sendiri bagian yang rusak. Beberapa jenis tulang tumbuh dari tulang rawan, misalnya tulang pipa. Dalam pembentukan tulang pipa, tulang rawan tumbuh menjadi tulang yang dimulai dari bagian tengah tulang pipa. Proses penulangan (osifikasi) dimulai sejak calon bayi (fetus) masih dalam kandungan. Beberapa jenis tulang lainnya terbentuk dari sel tulang. Tulang tumbuh membesar dan memanjang. Pertumbuhan memanjang tulang terjadi pada daerah pertumbuhan di dekat ujung tulang yang disebut cakra epifise. Pada saat pertumbuhan tersebut, rongga di dalam tulang juga bertambah besar dan panjang.

D. Hubungan antar tulang ( persendian )
      Kerangka tubuh manusia dapat terbentuk karena hungan antara tulang yang satu dengan tulang lainnya. Hubungan antara dua sendi atau lebih  disebut  sendi atau artikulasi. Berdasar sifat geraknya maka sendi dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1.     sendi mati : yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Ontoh persambungan tulang tengkorak.
2.     Sendi kaku, yaitu : persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakkan. Contoh persambungan tl. Dada dengan tl. Rusuk.
3.     Sendi gerak yaitu ; persedian yang memungkinkan terjadinya gerak lebih bebas.
Menurut arah gerakkannya maka sendi gerak dapat dibedakan menjadi :
a.     Sendi engsel, yaitu sendi yang dapat bergerak ke satu arah saja . contoh ; sendi pada siku dan lutut.
b.    Sendi putar yaitu, sendi yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Contoh : persambungan  antara tl. Atlas dengan tl. Tengkorak.
c.     Sendi pelana yaitu sendi  yang memumungkinkan pergerakan ke dua arah. Contoh : persambungan tl. Ibu jari dengan tl. Telapak tangan.
d.    Sendi geser yaitu : sendi yang menimbulkan gerakan geser. Contoh ruas tulang belakang.

E. GANGGUAN DAN KELAINAN PADA TULANG
Beberapa gangguan dan kelainan tulang disebabkan karena antara lain :
  1. karena kecelakaan , misalnya retak atau pata tulang dan memar. Patah tulang dibedakan atas patah tulang tertutup jika  tulang yang patah tidak sampai mencuat kepermukaan kulit dan patah tulang  terbuka jika ujung tulang yang patang sampai keluar kepermukaan kulit, sedangkan memar  adalah sobeknya selaput sendi.
  2.  Karena kekurangan gizi, misalnya  karena kekurangan vit. D , zat kapur, fosfor dapat menyebabkan proses pembetukan sel-sel tulang dapat terganggu.
  3. Karena serangan bibit penyakit, misalnya Polio yang dapat menyebabkan pertumbuhan tulang tidak normal.
  4. Karena kebiasaan  atau sikap duduk yang salah , biasanya terjadi  kelainan pada tulang belakang. Misalnya :
    1. Lordosis yaitu gangguan atau kelainan tulang belakang dimana  tulang pungung terlalu membengkok ke depan.
    2. Skoliosis yaitu  tulang punggung yang terlalu membengkok ke samping.
    3. Kifosis yaitu tulang punggung yang terlalu membengkok ke belakang.